Jumat, 12 September 2014

Fungsi dan Peran Media Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memili media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan siswa  jyasau setekag oenbekaharab berkabgsybgm dab jibtejs oenbekaharab ternasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.    
Tak bisa dipungkiri, dewasa ini media telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Di negara maju, media telah mempengaruhi hampir sepanjang waktu hidup seseorang. Bahkan seorang insinyur ternama Amerika Serikat, B. Fuller mengatakan bahwa media telah menjadi "orang tua ketiga" bagi anak (guru adalah orang tua kedua). Meskipun perkembangannya di Indonesia belum mencapai taraf seperti itu, namun kecenderungan ke arah itu sudah mulai tampak.  Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, peranan media juga tidak bisa diabaikan.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, media tidak bisa luput dari pembahasan sistem pembelajaran secara menyeluruh. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah yang masih sering terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dll. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran. Sesungguhnya betapa banyak jenis media yang bisa dipilih, dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi waktu, biaya maupun tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Setiap jenis media memiliki karakteristik tertentu yang perlu kita pahami, sehingga kita dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana fungsi  media sebagai belajar?
2.      Bagaimana fungsi manipulatif media pembelajaran?
3.      Bagaimana fungsi fiksatif media pembelajaran?
4.      Bagaimana fungsi distributif media pembelajaran?
5.      Bagaimana fungsi psikologis media pembelajaran?
6.      Bagaimana fungsi sosio kultural media pembelajaran?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui fungsi media sebagai belajar
2.      Mengetahui fungsi manipulatif media pembelajaran
3.      Mengetahui fungsi fiksatif media pembelajaran
4.      Mengetahui fungsi distributif media pembelajaran
5.      Mengetahui fungsi psikologis media pembelaran
6.      Mengetahui fungsi sosio kultural media pembelajaran



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Fungsi dan Peran Media Pembelajaran
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Arief,dkk:1986). Menurut Gagne dalam media pendidikan, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar, jadi media pembelajaran merupakan suatu penghubung antara siswa dan guru dapat memahami konsep-konsep yang abstrak.
Media memiliki banyak fungsi, adapun fungsi media pembelajaran di bagi menjadi dua, yaitu fungsi secara umum dan secara khusus.
  1. Umum
o   Membawa pesan (materi) dari sumber pesan (guru) ke penerima pesan (murid)
  1. Khusus
o   Menarik perhatian murid 
§  Dengan bentuknya
§  Dengan warnanya
§  Dengan asesorisnya
§  Dengan adanya unsur gerak dan suara
o   Memperjelas penyampaian pesan (syaratnya: pengkodean pesan harus benar)
§  Dengan audio
§  Dengan visual
§  Dengan perabaan
§  Dengan Penciuman
o   Menghindari terjadinya verbalisme dan salah tafsir. Contohnya: guru menerangkan warna hijau bahwa benda yang warnanya hijau adalah daun. Tetapi anak tidak diberi media daun sebagai contoh, sedangkan masing-masing anak pernah melihat daun yang warnanya tidak hanya hijau mungkin merah. sehingga warna merah dianggap warna hijau
o   Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan biaya. Contoh: guru tidak perlu mengajak siswa ke kebun binatang hanya untuk mengenalkan berbagai macam hewan, hanya dengan menampilkan foto atau miniaturnya (media) maka akan meminimalisir waktu dan biaya serta waktu.
o   Mengefektifkan kegiatan belajar anak. Dengan mendatangkan media maka anak akan semakin cepat memperoleh pengetahuan sehingga tidak membuang waktu.
Selain itu media juga mempunya banyak fungsi, diantaranya :
1.      Fungsi Media Sebagai Belajar
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikann dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.
Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Mengutip definisi Hamalik dalam buku “media pengajaran” (1997:16) yang mengemukakan bahwa fungsi dari media pembelajaran diantaranya yaiu dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa, membantu kefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pembelajaran dan juga dengan media pemeblajaran dapat membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pengajaran juga dapat membantu meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya , memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.
Selain dari fungsi yang dijabarkan di atas ada beberapa fungsi penting dari media pembelajaran yaitu: fungsi media sebagai sumber belajar
Media pembelajaran sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain lain. Atau dengan kata lain media sebagai sumber belajar, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung pesan pengetahuan dari pebelajar kepada pembelajar
 Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar adalah fungsi utamannya di samping adanya fungsi-fungsi lain -lainya. Sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru terutama sebagai sumber belajar. Misalnya ketika guru menyuruh siswanya untuk membaca buku pelajaran. Hal ini, buku menggantikan guru sebagai sumber belajar siswa. Dengan membaca buku, siswa memperoleh ilmu serta informasi yang tertulis di sana.
Mudhoffir dalam bukunya yang berjudul “Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Belajar” (1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakekatnya merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu pengalaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan memudahkan proses belajar mengajar.
Kemudahan tersebut tentunya akan membuat proses transfer ilmu semakin cepat dan tepat. Misalnya ketika guru kelas 1 SD mengajarkan penjumlahan dalam matematika. Bagi siswa yang baru memulai mengenal penjumlahan tentu akan sulit untuk mengoperasikannya melalui angka-angka. Mengingat kemampuan berpikir abstrak anak saat itu belum berkembang, alangkah baiknya jika guru menggunakan benda seperti pulpen, lidi, kelereng. Dengan demikian, siswa bisa melihat dan memahami secara visual proses pengoperasian bilangan tersebut.
Media pembelajaran sebagai sumber belajar memiliki makna bahwa media dapat menggantikan fungsi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran baik ranah kognitif maupun ranah psikomotor. Penggunaan media video pembelajaran yang dirancang dapat digabungkan menggunakan pendekatan siswa aktif seperti diskusi dan presentasi sehingga peran guru dalam pembelajaran tidak lebih dari fasilitator di dalam kelas.
2.      Fungsi Semantik Media Pembelajaran
Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol. Fungsi semantik adalah kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata yang makna atau maksudnya benar-benar di pahami oleh anak didik. Bahasa meliputi lambang (simbol) dari isi yakni pikiran atau perasaan yang keduannya telah menjadi totalitas pesan yang tidak dapat di pisahkan. Unsur-unsur dasar dari bahasa itu adalah ”kata”. Jadi, gambar harimau di pakai sebagai simbol keberanian. Kata akan bermakna bila telah di rujukan kepada sejumlah objek tertentu.
Manusialah yang memberi makna kepada kata pada konteks pendidikan dan pembelajaran. Gurulah yang menjadi makna pada setiap kata yang di sampaikannya. Apabila simbol-simbol kata verbal tersebut hanya merujuk kepada benda, misalnya candi borobudur, jantung manusia, ikan paus, maka masalah komunikasi akan menjadi sederhana, artinya guru tidak terlalu sulit untuk menjelaskannya.
Namun apabila kata tersebut merujuk kepada peristiwa, sifat sesuatu, tindakan, hubungan konsep, dan lain-lain. Maka masalah komunikasi akan menjadi rumit bila komunikasinya menggunakan bahasa verbal. Namun untuk guru yanng kreatif maka akan mendayagunakkan media pembelajaran secara tepat hal itu akan dirasakan mudah, yakni dengan memberikan penjelasan melalui bahasa dramatisasi, simulasi, cerita (mendongeng), cerita bergambar dan lain-lain
Fungsi semantik sebuah media pembelajaran memiliki makna bahwa simbol, gambar, foto, tabel, maupun grafik yang ditampilkan dalam menjelaskan sebuah topik pembelajaran yang abstrak menjadi konkret dalam pemahaman siswa. Materi pembelaran yang sulit pahami oleh siswa yang disampaikan secara verbalis, media pembelajaran merupakan media yang mampu menjembatani guru untuk membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Gambar memang tidak memiliki kata-kata, tapi gambar diketika ditayangkan dihadapan siswa memiliki ratusan bahkan ribuah kata yang memiliki banyak arti, sehingga materi abstrak akan lebih konkret dan bermakna menggunakan media.

3.      Fungsi Manipulatif Media Pembelajaran
Manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) penampilannya (meliputi ukuran atau kecepatannya) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.[1]Misalnya contoh kecepatan: pertumbuhan tanaman jagung mulai dari menanam biji sampai panen, caranya dengan mempotretnya lalu foto tersebut di jadikan satu dan dipercepat.
Fungsi manipulatif ini juga di dasarkan pada ciri ciri (karakteristik) umum. Media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi.
1.      kemampuan media pembelajaran yang mengatasi ruang dan waktu, yaitu :
a. Kemampuan media dalam menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit
di hadirkan dalam bentuk aslinya. Sehingga media dapat menampilkan objek yang manipulatif. Yang sesuai dengan aslinya. Karena objek aslinya sulit untuk dihadirkan. Contoh dalam pembelajaran bahasa arab: kita memberikan mufrodat mobil, tidak mungkin seorang guru menghadirkan mobil yang sesungguhnya, maka alternatif guru menggambarkan sebuah mobil sehingga peserta didik dapat membayangkan bentuk mobil.
b. Kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yang
menyita waktu panjang menjadi singkat.
c.Kemempuan media dalam menghadirkan kembali objek atau peristiwa
yang telah terjadi.
2.      kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan inderawi manusia, yaitu :
a.       Membentu siswa memahami objek yang sulit di amati karena terlalu
kecil, seperti molekul, atom, dan sel.
b. Membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak terlalu
c. Membantu siswa dalam memahamiobjek yang membutuhkan kejelasan
suara, seperti cara membeca al qur’an sesuai denan kaidah tajuwid.
d. Membantu siswa memahami objek yang terlalu kompleks,
misalnya menggunakan diagram, peta, dan gerafik.
4.      Fungis Fiksatif Media Pembelajaran
            Fungsi ini berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
Fiksatif, artinya dapat merekam, menangkap, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. [2] Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Caranya dengan digambar, ditulis, difoto, dishooting, direkam.  
5.      Fungsi Distributif Media Pembelajaran
Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya. contoh: disuatu  RT ingin mengumumkan bahwa ada orang meninggal, dengan menggunakan media microphone di Masjid maka informasi tersebut dapat segera disebarluaskan.
Dengan penggunaan media pembelajaran, kejadian atau objek pada suatu tempat dapat disebarkan ke tempat lain dengan mudahnya. Rekaman film dan foto, pada era digital sekarang dengan sangat mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut didistribusikan. Konsistensi informasi yang terdapat didalamnya akan selalu terjaga sebagaimana aslinya .
6.      Fungsi Psikologis Media Pembelajaran
Dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
1. Fungsi Atensi
Media pembelajaran dapat meningkatka perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap orang memiliki sel saraf penghambat, yakni sel khusus dalam sistem saraf yang berfungsi membuang sejumlah sensasi yang datang. Dengan adanya saraf penghambat  para siswa dapat memfokuskan perhatiannya pada rangsangan yang dianggapnya menarik dan membuang rangsangan yang lainnya.
Dengan adanya media yang tepat dan berguna, maka siswa akan tertarik dan pembelajaran akan menyenangkan tidak monoton.
2. Fungsi Afektif
Yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu.
Perlu diingat bahwa antara tingkah laku afektif dan tingkah laku kognitif selalu terjalin erat. Pemisah antara keduanya hanyalah perbedaan tekanan.
Media pembelajaran yang tepat dan berguna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa terhadap stimulus tertentu. Sambutan atau stimulus itu berupa kemauan. Dengan adanya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk menerima beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju kepada pelajaran yang diikutinya. Apabila hal tersebut terus dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan dalam jiwanya melakukan penilaian dan penghargaan terhadap nilai-nilai atau norma-norma yang diperolehnya, dan pada tingkat tertentu nilai-nilai atau norma-norma itu akan diterimanya dan diyakininya. Kemudian terjadilah pengorganisasian nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, ide dan sikap menjadi sistem batin yang konsisten disebut sebagai karakterisasi (Krathwokl, et.al sebagai dikutip Jahja Qahar, 1982: 11-12).
Contohnya televisi, video dan audio sebagai fungsi afektif media pembelajaran.
3. Fungsi Kognitif
Siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapinya, baik objek itu berupa benda, orang atau kejadian. Objek-objek itu direpresentasikan atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental (WS. Winkel, 1989:42). Misalnya, seorang siswa yang belajar melalui peristiwa, atau melihat bendanya langsung. Maka siswa tersebut akan menceritakan kembali apa yang telah dialaminya kepada temannya dalam bentuk berupa gagasan-gagasan dan tanggapan-tanggapan yang keduanya bersifat mental.
Jelaslah kiranya media pembelajaran telah ikut andil dalam mengembangkan gagasan yang dimilikinya, atau semakin kaya dan luas alam pikiran kognitifnya. Pembahsan tentang aktivitas kognitif ini , meliputi persepsi, megingat, berpikir.
4. Fungsi Imajinatif
Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. Imajinasi menurut Kamus Lengkap Psikologi (C.P. Chaplin, 1993: 239) adalah proses menciptakan objek atau peristiea tanpa pemanfaatan data teoritis.
Pengarang cerita anak-anak, Dwianto Setyawan sebagaimana dikutip Tri Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:15) menandaskan, orang dewasa seharusnya jangan mematikan imajinasi dan fantasi anak. Kalau anak-anak berfantasi tentang robot, pesawat angkasa luar atau cerita lainnya hendaknya jangan dilarang, lalu dipaksa untuk menyesuaikan dengan imajinasi dan fantasi yang dimiliki orang dewasa. Imajinasi dan fantasi yang dimiliki anak berbeda dengan orang dewasa.
Seniman Leornardo da Vinci, demikian menurut Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:16) adalah contoh orang yang memiliki imajinasi dan fantasi yang sangat tinggi. Jauh sebelum helikopter dan pesawat terbang ada, Leonardo da Vinci sudah menuangkannya dalam bentuk gambar.
5. Fungsi Motivasi
Motivasii merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan  belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar dalam hal ini seorang guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakan siswanya secara sadar untuk telibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Guru dapat memotivasi siswa dengan cara membangkitkan minat belajarnya dan dengan cara memberikan dan menimbulkan harapan. Donald O. Hebb (Aminuddin Rasyad, 2003:93) menyebut cara pertama adalah arousal dan kedua expectancy. Arousal adalah suatu usaha guru untuk membangkitkan intrinsic motive siswanya, sedangkan expectancy adalah suatu keyakinan yang secara seketika timbul untuk terpenuhinya suatu harapan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Harapan akan tercapainya suatu hasrat atau tujuan dapat menjadi motivasi yang ditimbulkan guru ke dalam diri siswa. Salah satu pemberian harapan itu yakni dengan cara memudahkan siswa-bahkan yang dianggap lemah sekalipun dalam menerima dan memahami isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran Jadi dengan adanya media pembelajaran tersebut, siswa akan terdorong keinginannya untuk menerima dan memahami pelajaran yang akan disampaikan.
Motivasi merupakan seni yang mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar adalah guru untuk mendorong, mengaktifkan, menggerakkan siswannya untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru dapat memotivasi siswanya dengan cara membangkitkan minat belajarnnya dan dengan cara memberikan dan menimbulkan harapan. Harapan akan tercapainnya hasrat dan tujuan dapat menjadi motivasi yang di timbukan guru kedalam diri siswa. Salah satu pemberian harapan itu yakni dengan cara memudahkan siswa, bahkan yang dianggap lemah sekalipun dalam memahami dan menerima isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran yang tepat guna.

7.      Fungsi Sosio Kultural Media Pembelajaran
Fungsi media pembelajaran dilihat dari sosio kultural, yaitu mengatasi hambatan sosio kultural antar peserta komunikasi pembelajaran. Bukan hal yang mudah untuk memahami para siswa yang memiliki jumlah yang cukup banyak (paling tidak dalam satu kelas berjumlah 40 orang). Masing masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda apalagi dihubungkan dengan adaptasi, keyakinan, lingkungan, pengalaman, dan lain lain. Sedangkan dari pihak lain, kurikulum dan materi ajar ditentukan dan dilakukan secara sama untuk setiap siswa. Tentunya guru akan menghadapi kesulitan terlebih guru harus mengatasinya sendiri. Apalagi bila latar belakang dirinnya (guru) baik adat, budaya, lingkungan, dan pengalaman yang berbeda dari para siswannya. Hal ini dapat di atasi dengan media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.[3]
Fungsi sosiokultural sebuah media pembelajaran memiliki makna bahwa media memiliki kemampuan untuk menyamakan persepesi dalam pembelajaran. Persepsi berbeda yang diterima oleh siswa antara lain disebabkan oleh hambatan sosiokultural seperti adat kebiasaan, kepercayaan, nilai yang berlaku, dan norma. Sebagai contoh adalah warna merah berarti berani bagi bangsa Indonesia namun akan berbeda bagi bangsa China yaitu warna keberuntungan.
Dapat disimpulkan bahwa media juga berfungsi menyatukan perbedaan-perbedaan yang muncul akibat berbagai macam budaya, kebiasaan, lingkungan dan lain-lain. Karena media dapat menyamakan persepsi dalam pembelajaran.
Berdasarkan fungsi-fungsi media tersebut di atas media video pembelajaran dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi yang ingin disampaikan. Media video pembelajaran memperbanyak tanaman dengan sambung pucuk didesain untuk mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran dengan memperhatikan berbagai fungsi media antara lain membangkitkan minat dan motivasi siswa, menambah pengetahuan siswa dan merupakan media untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga persepsi yang berbeda oleh siswa dapat diminimalkan.[4]



BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
·      Fungsi media pembelajaran ada 2, yaitu:
a.    secara umum
Membawa pesan (materi) dari sumber pesan (guru) ke penerima pesan (murid)
b.    secara khusus
ü menarik perhatian murid
ü memperjelas penyampaian pesan (syaratnya: pengkodean pesan harus benar)
ü menghindari terjadinya verbalisme dan salah tafsir.
ü Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan biaya.
ü Mengefektifkan kegiatan belajar anak.
·      Adapun fungsi media pembelajaran yang lain, diantaranya:
1.    Fungsi media sebagai belajar
Peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Media pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system pembelajaran yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
2.    Fungsi semantik media pembelajaran
kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (simbolvariabel) yang maknanya benar-benar dipahami oleh peserta didik. Bahasa meliputi lambang (simbol) yang mana peran guru untuk menginfornasikan kepada peserta didik tentang simbol-simbol itu, jadi dengan bantuan guru siswa dapat memahami makna media pembelajaran dalam bentuk simbol.
3.    Fungsi manipulatif media pembelajaran
suatu obyek atau kejadian dengan menggunakan media dapat dirubah (dimanipulasi) penampilannya (meliputi ukuran dan atau kecepatannya) disesuaikan dengan kebutuhan.
4.    Fungsi fiksatif media pembelajaran
     fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
   5. Fungsi distributif media pembelajaran
     Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
   6. Fungsi psikologis media pembelajaran
Dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
   7. Fungsi sosio kultural media pembelajaran
 Fungsi sosiokultural sebuah media pembelajaran memiliki makna bahwa media memiliki kemampuan untuk menyamakan persepesi dalam pembelajaran. Persepsi berbeda yang diterima oleh siswa antara lain disebabkan oleh hambatan sosiokultural seperti adat kebiasaan, kepercayaan, nilai yang berlaku, dan norma. Sebagai contoh adalah warna merah berarti berani bagi bangsa Indonesia namun akan berbeda bagi bangsa China yaitu warna keberuntungan.

B.       Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat mengetahui dan memahami tentang peran dan fungsi media pembelajaran agar memudahkan peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik tidak merasa bosan di kelas dan tidak salah dalam menggunakannya. Dengan adanya media, maka proses belajar mengajar di kelas mudah dan menyenangkan bagi para peserta didik, sehingga tercipta suasana kelas yang aktif.


C.        
DAFTAR PUSTAKA
Harsyad, Azhar. 2009. Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Mudhoffir. 1992. Prinsip-prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Rosyidi, Abdul Wahab. 2009. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN Press
yudhicbred.wordpress.com/.../psikologi-pendidikan-dan-media-pembelajaran
estukuswara095060171sd.wordpress.com/.../fungsi-media-pembelajaran
file:///F:/Young%20Blood%20Jogja%20%20PERAN%20DAN%20FUNGSI%20MEDIA%20DALAM%20PEMBELAJARAN.htm


0 komentar:

Posting Komentar