Tampilkan postingan dengan label proses belajar mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proses belajar mengajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Guru Dan Proses Belajar Mengajar



GURU DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS HUMANIORA DAN BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
OKTOBER 2012



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puja dan puji syukur penulis haturkan ke hadiratIlahi Robbi, yang telah memberikan kekuatan serta kesehatan dan segala buah pikiran kepada penulis, sehingga dengan rahmat dan hidayah – Nya, penulis bisa menyelesaikan makalah ini, guna memenuhi peningkatan kemampuan di dalam menulis makalah dan pengetahuan dalam mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan.
Teriring sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, seorang sosok revolusioner terbesar dunia yang mampu merubah dan menuntun kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang yakni Addiinul Islam.
Dalam makalah penulis yang berjudul “Guru dan Proses Belajar Mengajar”, mempunyai suka dan duka yang tidak pernah penulis lupakan. Dengan belajar menulis makalah ini, penulis banyak mengerti tentang pentingnya sebuah karya tulis untuk menunjang masa depan dan pengetahuan tentang pemikiran pendidikan islam. Oleh karena itu, besar harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat kepada semua orang sebagaimana hadits Nabi :
خَيْرُ النَّاس اَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya :  Sebaik – baik manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi manusia lainnya.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum sempurna. Maka dari itu, kritikdan saran dari pembaca sangat penulis harapkan.



                                                                                          Malang, 03 Oktober 2012
                                                                                            Penulilis






BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam proses kegiatan mengajar belajar (KMB) ialah suatu proses kegiatan yang dilaksanakan di suatu lembaga pendidikan ataupun instansi pendidikan di dalam suatu proses belajar mengajar terdapatlah suatu susunan ataupun syarat terselenggaranya proses belajar mengajar diantaranya yakni Guru,Murid,ruangan kelas / lingkungan belajar dan juga alat untuk penunjang belajar mengajar tentunya.
Di dalam susunan ataupun syarat dalam proses belajar mengajar itu sangatlah berkaitan antara satu sama lain dan sangat dibutuhkan sekalai dalam proses terjadinya kegiatan belajar mengajar, apabila dalam proses tersebut tidak ada guru apa jadinya, kemudian apabila tidak ada murid ataupun siswa maka apa yang akan berjalan, apabila tidak ada lingkungan kelas, apakah akan kondusif pelaksanaan belajar mengajarnya tersebut? Dan kemudian jikalau tidak ada alat penunjang pembelajaran, maka apa jadinya, bagaimana guru memaparkan, meringkas,    memberikan sesuatu ilmu kepada muridnya jika tidak terdapat alat dalam penunjang pendidikan.
Dalam rangkaian tersebut sangatlah erat hubungannya baik antara satu dengan yang lainnya, akan tetapi dapat digaris bawahi. Bahwa, didalam suatu suasana belajar mengajar peran yang terpenting di dalamnya ialah seorang guru. Karena, jika tidak ada guru, maka tidak ada namanya belajar mengajar dan rusaklah seluruh komponen yang ada.
Guru adalah inti daripada seluruh kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu segala sesuatu yang berkaitan dengan belajar mengajar kuncinya ialah guru. Apabila seorang guru berhasil membuat suatu keberhasilan dikelas maka sukseslah kegiatan belajar mengajar tersebut. Tapi, apabila sebaliknya, maka hancurlah proses belajar mengajar tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
            Setelah meliha dari segala sesuatu yang terdapat dalam latar belakang masalah, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Seperti apa karakteristik kepribadian guru itu?
2. Bagaimana kompetensi profesionalisme guru?
3. bagaimanakah hubungan guru dengan proses belajar belajar mengajar?
4. Seperti apa skill pengajar itu?

1.3. Tujuan Permasalahan
            Setelah melihat dari paparan rumusan masalah di atas, maka dapat diambil tujuan permasalahan sebagai berikut:
1. mengetahui karakteristik khusus dari seorang guru.
2. Dapat mengenal kompetensi mengajar guru.
3. Mengetahui hubungan guru dengan proses belajar mengajar
4. Mengetahui Skill seorang pengajar.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Karakteristik Kepribadian Guru
            Menurut tinjauan psikologi, kepribadian adalah sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lain. McLeod (1989) mengartikan kepribadian (personality) sebagai sifat yang khas yang dimiliki oleh seseorang. Dalam hal ini, kepribadian adalah karakter atau identitas.
            Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu, guru juga berperan sebagai panutan. Mengenai pentingnya kepribadian guru, seorang psikolog terkemuka, Prof. Dr. Zakiah Daradjat (1982) menegaskan:
Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Secara konstitusional, guru hendaknya memiliki keahlian yang diperlukan (pasal 42 ayat 1 dan 2 UU Sisdiknas 2003).
Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah: