Tampilkan postingan dengan label Oase Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase Dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Oase Dakwah "Bukti Syukur"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 28 Dzulhijjah 1435 H
Kamis, 23 Oktober 2014 M

"Bukti Syukur"

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-ku.’ (QS. Al-Baqarah:152)

Tidak sedikitpun manusia tidak lepas dari kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. Dari bangun tidur sampai tertidur kembali dimalam hari, kenikmatan allah selalu tercurah dengan berbagai wujud. Diantara kenikmatan-nya adalah fisik tubuh kita yang demikian sempurna dengan bermacam-macam organ beserta fungsinya masing-masing. Allah ciptakan alam seisinya yang dapat kita gunakan sebagai sarana mempermudah untuk menjalani hidup sehari-hari seperti tanah, air, langit, matahari, udara dan sebagainya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Oase Dakwah "Ya Allah, Izinkan Aku Mencintainya"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 27 Dzulhijjah 1435 H
Rabu, 22 Oktober 2014 M

“Ya ALLAH, Izinkan Aku Mencintainya”

Ya Allah…
Maaf terlalu banyak permintaan di sujud terakhirku . Sajadahku , kenangan terindah dalam hidup. Di dalam sujud- Nya selalu ada Asmaul Husna yang teringat , Terima Kasih ya Allah atas segala nikmat kasih - Mu. Saat cinta berpaling , saat diriku goyah bagai layang- layang yang entah di mana dibawa semilir angin , saat ujian dan cobaan yang kau beri dalam hidupku mengguncang jiwa , ke mana hamba harus mencari kekuatan agar hati terus bertasbih?

Hanya pada - Mu ya Allah hati ini mengadu .. . Izinkan aku untuk terus dan terus mencintai - Mu tanpa mengalahkan dari yang lainnya . Apa lagi kecintaanku kepada pasangan tulang rusuk yang tanpa kutahu ia siapa ? Engkaulah tempatku mengadu , menangis tanpa ada orang lain yang tahu karena sebagian mereka masih lelap tertidur, dan sepertiga malam- Mu lah aku mencurahkan segalanya .

Ketika ku belajar mengenal diriku sendiri, bagaikan berkaca di tengah keramaian khalayak tanpa ada yang mengetahuinya , aku mencoba berdiri dengan iman yang masih turun naik karena banyak proses yang dilalui hari demi hari, detik demi detik dan bulan pun berganti tahun, dan akhirnya sampailah aku pada keistiqomahan yang dengan kerasnya usahaku untuk membangunnya , tanpa campur tangan Allah aku tak bisa seperti ini .

Senin, 20 Oktober 2014

Oase Dakwah " Makna Dan Arti Cinta Sejati"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 25 Dzulhijjah 1435 H
Senin,  20 Oktober 2014 M


“Makna Dan Arti Cinta Sejati Yang Sesungguhnya”


Teman-teman…. apa itu cinta ? Sebuah kata yang sangat fenomenal tidak hanya dari segi rasa, namun mencakup segala aspek kehidupan. Banyak orang mengagung-agungkan cinta dan mungkin ada diantara temen-temen pembaca salah satunya.

Bahkan ada yang rela mati karna cinta! Seperti kisah dramatis antara Romeo dan Juliet. Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya bisa dirasakan. Tapi faktanya, kenapa banyak orang berteori tentang cinta? Dan juga mengapa banyak orang belajar bagaimana mengungkapkan cinta.

Senin, 13 Oktober 2014

Oase Dakwah "Hikmah Tentang Sebuah Kesabaran"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 19 Dzulhijjah 1435 H
Senin, 13 Oktober 2014 M

"Hikmah Tentang Sebuah Kesabaran"


Rasanya tiada bosannya kita berbicara tentang sabar, karena kesabaran diperlukan dalam segala
aspek kehidupan kita. Dan tiang Iman yang melekat kepada rasa optimisme ialah sabar.

Tanpa kesabaran maka perasaan manusia akan setiap saat menjadi korban segala persoalan yang
menghimpitnya. Demikian pula kesabaran selalu mengilhami penyair dan penulis cerita untuk
mengapresiasikannya dalam bentuk Mutiara Hikmah.

Dalam tulisan ini akan dukutip beberapa kata hikmah dan pendapat ulama tentang kesabaran
dan sejumlah hadist yang bertutur tentang kesabaran.

Minggu, 12 Oktober 2014

Oase Dakwah "Misteri 5 Perintah Dalam Mimpi"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 17 Dzulhijjah 1435 H
Minggu, 12 Oktober 2014 M

“Misteri 5 Perintah Dalam Mimpi”

Kisah berikut menceritakan seorang nabi yang mendapat wahyu berupa 5 perintah yang harus ia
laksanakan, apakah 5 perintah dalam mimpi tersebut? Berikut kisahnya :

Abu Laits as-samarqandi adalah seorang ahli fiqih yang terkenal suatu ketika dia pernah berkata : “ayahku pernah berkata, bahwa perbedaan antara nabi dan rosul. Nabi adalah mereka yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.

Jumat, 10 Oktober 2014

Oase Dakwah "Nasihat Untuk Suami"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 15 Dzulhijjah 1435 H
10 Oktober 2014 M

“Nasehat Mengharukan Ibu Kepada
Menantunya”


Wahai menantuku,

Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku
sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku.

Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah
mengandung dan melahirkanmu, berdiri tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,

Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka?

Kamis, 09 Oktober 2014

Oase Dakwah "Pendeta dan Muslim"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 14 Dzulhijjah 1435 H
Rabu, 09 Oktober 2014 M

"kisah mengharukan pertanyaan
pendeta dan jawaban muslim"

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar,ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta,Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim. Pendeta itu menjawab,Dari tanda yang terdapat di wajahmu. Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Pendeta berkata, Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.Si pemuda tersenyum dan berkata, Silakan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya?
2. Dua yang tiada tiganya?
3. Tiga yang tiada empatnya?
4. Empat yang tiada limanya?
5. Lima yang tiada enamnya?
6. Enam yang tiada tujuhnya?
7. Tujuh yang tiada delapannya?
8. Delapan yang tiada sembilannya?
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya?
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh?
11. Sebelas yang tiada dua belasnya?
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya?
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya?
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, Siapa yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca bismillah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang.
Allah SWT berfirman,Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).
(Al-Isra: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman,
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis- lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka. (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mujizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, lidah, darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat. (Al-An??am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mujizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, Pukullah batu itu dengan tongkatmu.Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman,Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. (At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada
ayahnya,Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala. Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, tak ada cercaan terhadap kamu semua. Dan ayah mereka Yaqub berkata, Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Yusuf:98)
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman,Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai. (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman,Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim. (Al-Anbiya:69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar. (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut.

Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta.
Pemuda ini berkata, Apakah kunci surga itu?  mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! Pendeta tersebut berkata, Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah. Mereka menjawab, Kami akan jamin keselamatan anda. Pendeta pun berkata, Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**


Semoga Bisa diambil hikmahnya..InsyaAllah ^_^

Selasa, 07 Oktober 2014

Oase Dakwah "Mengenal Diri Sendiri"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 13 Dzulhijjah 1435 H
Selasa, 7 Oktober 2014 M
Mengenal Diri Sendiri

Saat para remaja sibuk mencari jati diri mereka untuk menjadi si A dan si B  karena pengaruh iklan, sinetron, majalah remja, maupun media lainnya, perenungan yang dalam terhadap pengaruh-pengaruh tersebut sangat penting dilakukan. Kita semua telah diberi pengarahan oleh agama dengan mengenal diri sendiri agar tidak terjebak pada sesuatu yang sia-sia, sebagaimana sebuah hadits qudsi, “Kalau kita kenal diri sendiri maka kita akan mengenal tuhan kita”.

Apabila kit benar-benar mengenal diri secara totalitas (bukan asal mengucapkan), maka kita akan memperlakukan diri semksimal mungkin sesuai dengan kodrat dan hak kita. Namun, bagi remaja yang apatis akan mengatakan, “ Saya adalah saya, dan saya percaya Tuhan.” Selesai! Apakah yang seperti itu dibenarkan ? tentu saja tidak. Sebab, hampir mayoritas remaja mengetahui tentang dirinya dan Tunannya. Hanya saja, hal tersebut hanya bersifat verbal, yaitu dilaksankan dalam kesehariannya
Sebagai remaja muslim, seharusnya memaksimalkan proses pencarian jati diri yang lebih mengarahkan pada hak dan kewajiban. Yakni, cara kita mengenali tubuh dan fungsinya sekaligus mengarahkan pada hal-hal yang positif dan baik dalam konteks agama, misalnya makan makanan yang halal dan baik agar kebutuhan batiniah kita terhindar dari hal-hal tercala. Hal ini sangat penting untuk usia-usia remaja. Sebab, pada masa yang akan datang, tantangan hidup jauh lebih dahsyat daripada yang dirasakan sekarang. Kit juga harus terbiasa memprioritaskan diskusi agama ketimbang hanya ngobrol dengan topik yang itu-itu saja, bahkan terkadang topik yang dibicarakan sesuatu yang belum waktunya untuk dibicarakan. Hal inilah yang seharusnya dirubah.

Senin, 06 Oktober 2014

Oase Dakwah "Hari Tasyrik"



'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..

Edisi 12 Dzulhijjah 1435 H
06 Oktober 2014 M
Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah hari dimana diharamkan untuk berpuasa, hari tasyrik bertepatan dengan tanggal 11,12,13 Dhzuhijjah. Pada hari-hari itu jamaah haji berada di Mina untuk melontar jamraat dan mabit. Pada hari-hari ini umat Islam masih diperbolehkan melakukan penyembelihan hewan Qurban.
Dalam suatu riwayat disebutkan :

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻣُﺮَّﺓَ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺃُﻡِّ ﻫَﺎﻧِﺊٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﺩَﺧَﻞَ ﻣَﻊَ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ ، ﻓَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻤَﺎ ﻃَﻌَﺎﻣًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻛُﻞْ . ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲ ﺻَﺎﺋِﻢٌ . ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻤْﺮٌﻭ : ﻛُﻞْ ، ﻓَﻬَﺬِﻩِ ﺍﻷَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺄْﻣُﺮُﺑِﻔِﻄْﺮِﻫَﺎ ، ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺻِﻴَﺎﻣِﻬَﺎ . ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎﻟِﻚٌ : ﻭَﻫِﻲَ ﺃَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟﺘَّﺸْﺮِﻳﻖِ . ﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ

Minggu, 05 Oktober 2014

Oase Dakwah "Untaian Makna Qurban"



'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi 011Dzulhijjah 1435 H
Ahad, 05 Oktober 2014 M
Untaian Makna Qurban

Qurban berasal dari bahasa Arab yang bermakna Qurbah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi qurban merupakan wujud kesediaan seseorang untuk mengorbankan yang dicintainya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban adalah suatu amalan yang diisyariatkan Islam pada tahun kedua Hijriyah berdasarkan dalil Al-Qur’an, Hadits dan Ijma. Al-Qur’an mensyariatkannya melalui surat Al-Kautsar (QS.108: 1 – 2).
Ibadah Qurban merupakan bentuk wujud SYUKUR kita atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT (nikmat sehat, nikmat selamat, nikmat materi… dan masih beribu nikmat lainnya). Ibadah Qurban ibadah yang sudah lama dilakukan, sejak sejarah Nabi Adam. Ibadah Qurban merupakan satu rangkaian proses, yang dimulai sejak memasuki bulan Dzulhijjah, yaitu: Mulai tanggal 1 Dzulhijah, dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, perbaiki kualitas ibadah, shaum sunnah, sholat di masjid, dsb.  Memperbanyak takbir di lima hari sejak tanggal 9 – 13 Dzulhijjah, setelah shalat fardhu. Tanggal 9 Dzulhijjah melakukan shaum sunnah Arafah, sebagaimana Rasul bersabdah “Mengerjakan shaum di hari arafah, aku mengharapkan Allah memaafkan dosa satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya” Melaksanakan shalat Ied dan mendengarkan Khutbahnya. Menyembelih hewan qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji. (Selepas shalat Idul Adha) dan hari – hari Tasyriq, yaitu 11, 12 dan 13 Dzulhijjah

Bagaimana Keutamaan dalam Ibadah Qurban?

Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s Mendidik jiwa ke arah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati dengan menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT Menghapus dosa dan mengharapkan keridhoan Allah SWT Menjalin hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dan tidak mampu

Apa manfaat/pahala qurban?

Setiap helai bulu akan memberikan kebaikan kepada kita setiap tetes darah akan menghapuskan dosa kita. Mempersembahkan qurban merupakan Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan, merupakan kesunnahan yang nyaris wajib, yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), dan berqurban kesunnahannya dilakukan tiap tahun.Kesunnahannya berlaku secara individua(baik ayah, ibu, anak dst)
Siapa saja yang disunnahkan untuk berqurban?
Yaitu:
Muslim Akil baligh Al istito’ah, yaitu mampu untuk berqurban dari sudat harta yang dimiliki, dalam pengertian sebelum tanggal 10 Dzulhijjah, dimana bila seluruh harta yang dimilikinya (mulai dari tabungan, rumah dan berabotannya, kendaraan, perhiasan, tas, dsb), secara keseluruhannya dihitung, kemudian setelah dikurangi dengan kebutuhan makan-minum untuk dirinya/ keluarganya selama 4 hari (dari tanggal 10-13 Dzulhijjah), ternyata masih tersisa harta senilai 1 hewan qurban,……. Maka kepada mereka jatuh kesunnahan untuk berqurban.

Hewan apa yang dapat dipersembahkan sebagai qurban?

Yaitu :
Kambing/domba, sapi atau unta yang jantan, sehat/mulus, dengan umur dan konsinya sesuai persyaratan. Adapun banyaknya yaitu: 1 orang berqurban 1 hewan, tetapi dalam keadaan kondisi tertentu/ suatu keterbatasan bias saja 1 qurban dilakukan oleh lebih dari 1 orang, atau setidak- tidaknya dalam satu rumah minimal 1 hewan qurban (atas nama suami, istri, anak dll). Namun tetap berqurban yang TERBAIK adalah 1 orang memberikan 1 hewan qurban atau bahkan bila memungkinkan dapat lebih dari satu. Yang penting dalam berqurban yaitu yang paling mulus hewannya (apakah domba, sapi maupun unta), bukan dagingnya yang banyak. Dalam berqurban yang sampai kepada Allah Swt yaitu bukan daging dan darahnya, tetapi ketakwaannya. KETAKWAAN yaitu ketulusan kita melepaskan harta untuk ibadah,… semakin tinggi keikhlasan,… semakin tinggi pula nilai ketakwaannya..

Bagaimana Tahapan Berqurban

Ada dua tahapan dalam berqurban, yaitu: Mempersiapkan sampai dengan menyembelihnya Mempersiapkan yaitu mulai dari menabung, mencari, memilih dan membeli hewan qurban. Menyembelihnya, baik menyembelih sendiri, menyaksikan penyembelihan, ataupun mewakilkan penyembelihannya dan penyaksiannya. Memperlakukan Hewan Yang Sudah Disembelih Hal bagi pequrban (yang berqurban) ada dua yaitu: Memakannya, dan membagikannya kepada yang lain (kepada siapa saja, baik tetangga dan fakir miskin), tetapi tidak boleh menghargakannya (menjual, membarter, menjadikan upah menyembelih). Sedangkan bagi penerima qurban, maka boleh memakannya, membagikannya, yaitu seluruh tubuh qurban, yang pada prinsipnya memanfaatkan sebanyak-banyaknya dari hewan yang disembelih, (contoh bila daging domba dicampur dalam satu kantong pelastik dengan jeroannya, maka akan cepat menjadi bau, ini menghilangkan manfaat , maka sebaiknya harus dipisahkan. Dan yang menjadi hitungan yang dibagikan adalah dagingnya, kalau jeroan hanyalah sebagai tambahannya saja).

UNTAIAN HIKMAH QURBAN

Hari Raya Qurban : memeperkuat Ikatan Tauhid. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa keterikatan yang paling agung adalah keterikatan kepada Allah SWT. Dialah yang menghidupkan kita, memelihara dan memberi segalanya agar kita bisa hidup. Sudah selayaknya kita hayati, ikatan kepada Allah SWT. Ibadah qurban hakikatnya mengikatkan diri kita kepada Allah SWT. (K.H. Abdullah Gymnastiar~ Pendiri dan pembina DPU-DT)

HIkmah dan manfaat Qurban di bulan haji
1. Ibadah Qurban adalah wujud kepedulian sosial
2. Ibadah Qurban adalah syari’at para Nabi dan Rasulullah SAW
3. Ibadah Qurban rezeki kita menjadi berkah
(KH. Dr. Miftah Faridl~Dewan Syariah DPU-DT)

Hikmah disyari’atkannya Ibadah Qurban Adalah pembelajaran dari napak tilas Nabi Ibrahim as. Dan sebagai upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta melatih kepedulian dengan menggunakan harta kita di jalan Allah SWT. (KH. Hilman Rosyad Syihab, Lc~Dewan Syari’ah DPU-DT)


Pengorbanan dengan harta, pengorbanan dengan tenaga, pengorbanan dengan ilmu yang diniatkan hanya karena Allah SWT akan mendatangkan kebahagiaan, maka berqurbanlah. (Teh Ninih~Pembina Muslimah Centre-DT)

Jumat, 03 Oktober 2014

Oase Dakwah "Fadhilah Puasa Arafah"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..

Edisi 09 Dzulhijjah 1435 H
03 Oktober 2014 M

Fadhilah Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal
9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji. Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya 'rukyat global', atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsipkeilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri.


Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa'il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal. Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

ﺻَﻮْﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﻳُﻜَﻔِّﺮُ ﺳَﻨَﺘَﻴْﻦِ ﻣَﺎﺿِﻴَﺔً ﻭَﻣُﺴْﺘَﻘْﺒَﻠَﺔً
ﻭَﺻَﻮْﻡُ ﻋَﺎﺷُﻮْﺭَﺍَﺀ ﻳُﻜَﻔِّﺮُ ﺳَﻨَﺔً ﻣَﺎﺿِﻴَﺔ
ً
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a'mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak
berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum. Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari- hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺃﻳَّﺎﻡٍ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ
ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺄَﻳَّﺎﻡِ ﻳَﻌْﻨِﻲْ ﺃَﻳﺎَّﻡُ ﺍْﻟﻌُﺸْﺮِ ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ !
ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِﻲْ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِﻲْ
ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇﻟَّﺎ ﺭَﺟُﻞٌ ﺧَﺮَﺝَ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣَﺎﻟِﻪُ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻊُ
ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan. Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al- Kubra pada bab tentang puasa:

ﻳُﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻥَّ ﺍْﻷَﻓْﻀَﻞَ ﻟِﻤُﺮِﻳْﺪِ ﺍﻟﺘََﻄَﻮُّﻉِ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻮِﻱَ ﺍْﻟﻮَﺍﺟِﺐَ
ﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻓَﺎﻟﺘَّﻄَﻮُّﻉِ ﻟِﻴَﺤْﺼُﻞَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya.


(www.nu.or.id)

Kamis, 29 Mei 2014

Oase dakwah "Rajab, Bulan Kemenangan"



'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi Sejarah Bulan Rajab
Kamis,  29 Mei 2014

“Rajab, Bulan Kemenangan”

Bulan Rajab dikenal oleh sebagian besar kaum muslimin di dunia sebagai bulan terjadinya Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Sebuah perjalanan hamba Allah di malam hari, sebagai pelipur lara ditinggalnya oleh sang kekasih, Khadijah dan sang pelindung, Abu Thalib. Perjalanan yang mempunyai misi penyerahan tongkat estafeta dakwah, dari para rasul sebelumnya kepada Muhammad, rasul terakhir.

Perjalanan yang menghasilkan tugas melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam. Perjalanan yang dinilai sebagai simbol kemenangan pertama umat Islam, sebagai pewaris Masjid Al-Aqsha. Kemenangan pertama umat Islam dalam pembebasan Masjid Al-Aqsha dilalui tanpa pertumpahan darah. Delapan belas tahun kemudian, Umar bin Khattab mengikuti jejak pendahulunya dalam membebaskan Masjid Al- Aqsha, pun tanpa pertumpahan darah. Umar memberikan janji kepada penduduk Elia (Al- Quds), yang ketika itu dikuasai Romawi. Perjanjian ini dikenal dengan sebutan “Al-‘Uhdah Al-‘Umariyah” Di hari-hari ini, kita sedang memperingati sebuah pertempuran dalam penaklukan besar Islam dari kiblat yang pertama. Kita juga meneladani seorang model pahlawan penakluk, yang bekerja mengeluarkan sebuah bangsa dari krisis. Ia adalah Yusuf bin Ayyub, yang dikenal dengan sebutan An-Nashir Shalahuddin Al- Ayyubi dalam pertempuran Hittin. Umat Islam sebelum masa pemerintahannya mengeluhkan ketidakadilan, korupsi ada di mana-mana. Ketika ia mengambil alih kementerian di Mesir, dengan berkat karunia Allah, ia mengambil langkah positif yang signifikan dalam menyatukan umat Islam. Ia meneriakkan syiar “Perbaikan Akidah”. Karena keimanan sebagian besar umat Islam pada masa itu sudah rusak. Shalahuddin melihat akan bahaya kerusakan akidah dan moralitas tersebut serta perpecahan sesama umat Islam.

Sebagai langkah pertama dalam memperbaiki aqidah, beliau mendirikan sekolah-sekolah yang bermazhab ahlus sunnah wal jama’ah . Sebelum Shalahuddin memimpin, Mesir dikuasai Daulah Fathimiyah yang berhaluan Syi’ah. Tidak mudah merubah mazhab dari Syi’ah ke ahlus sunnah karena paham Fathimiyah telah mengakar selama lebih dari dua ratus tahun. Sampai sekarang pun di Mesir masih banyak orang yang berpemahaman Syi’ah.

Setelah Shalahuddin berhasil dengan langkah pertama, ia bergerak menuju langkah kedua, yaitu “Menyatukan Wilayah Muslim”, yang dengan cara itu ia dapat menghadapi musuh- musuh Islam dalam satu barisan, tidak ada pertikaian dalam barisan tersebut. Langkah ini bukannya tidak ada masalah, ia berhadapan dengan Gubernur Aleppo (Halb) yang tidak mau membukakan pintu wilayahnya. Ia juga menemukan banyak sekali halang rintangan hingga ia menghadapi percobaan pembunuhan. Namun Allah menyelamatkannya dari ujian tersebut. Begitulah Shalahuddin mengerahkan upaya besar untuk menyatukan Umat Islam.

Setelah umat Islam bersatu, kemudian ia mulai untuk menghadapi musuh Tentara Salib yang terdiri dari seluruh negara Eropa. Mereka berkumpul dalam pasukan tentara dengan jumlah besar yang bergerak melawan pejuang Muslim. Antara pasukan Salib dan pasukan Shalahuddin banyak sekali terjadi pertempuran, namun pasukan Shalahuddin lebih banyak memenangkan pertempuran tersebut. Diantaranya adalah pertempuran di Hittin kemudian diikuti dengan penaklukan al-Quds (Yerusalem).
Diantara kejadian masyhur dalam pembebasan Al-Quds adalah peristiwa gencatan senjata antara Shalahuddin dan Arnat, yang merupakan seorang pemimpin Salib wilayah Karak. Salah satu poin dalam gencatan senjata tersebut adalah diperbolehkannya kafilah Islam untuk berpindah antara negeri Mesir dan Syam tanpa ada hambatan. Tapi poin ini dikhianati oleh Arnat. Mereka menghadang kafilah kaum muslimin dan menyita semua barang-barang serta menangkap para pemudanya. Lebih dari itu, mereka menghina kaum muslimin dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Arnat
berkata: “Jika kalian percaya kepada Muhammad maka panggillah ia sekarang untuk membebaskan kalian.” Kejadian itu terjadi pada tahun 572 H. Ketika Salahuddin mengetahui pengkhianatan tersebut dan pelecehan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , memuncaklah kemarahannya karena Allah dan Rasul-Nya. Ia bersumpah, apabila Allah memenangkan pertempuran ini, ia sendiri yang akan membunuh Arnat dengan tangannya. Shalahuddin menyiapkan pasukannya dan membakar jiwa-jiwa mereka. Setelah musyawarah dilakukan sesuai perintah Allah dalam firman-Nya: “Dan bermusyawarahlah kalian dalam berbagai urusan…” (QS. Ali Imran: 159), mereka sepakat untuk keluar berperang menghadapi musuh setelah shalat Jum’at. Saat keluar, mereka meneriakkan takbir, bersimpuh di hadapan Allah seraya memohon kemenangan. Bertemulah dua pasukan dan terjadi pertempuran yang sangat dahsyat. Allah Ta’ala memenuhi janjinya sebagaimana firman Allah: “Jika kalian menolong agama Allah niscaya Allah akan memenangkan kalian” (QS. Muhammad: 7). Dan firman Allah: “dan telah dibenarkan janji Kami memenangkan orang-orang mukmin” (QS. Ar- Ruum: 47). Allah menuliskan kemenangan bagi umat Islam dan ini merupakan kemenangan besar. Setelah pertempuran selesai, Shalahuddin pun sujud syukur atas kemenangan yang telah Allah berikan. Beliau mencari Arnat yang telah menghina Rasulullah. Setelah bertemu, Shalahuddin menawarinya untuk masuk Islam tapi Arnat menolak. Maka Shalahuddin memenuhi sumpahnya.

Kemenangan besar dalam pembebasan Masjid Al-Aqsha itu terjadi pada tanggal 27 Rajab 583 H./ 2 Oktober 1187 M. Bulan Rajab adalah bulan kemenangan dalam pembebasan Masjid Al- Aqsha. Kemenangan pertama pada peristiwa Isra’, kemudian delapan belas tahun sesudahnya, Umar menaklukkan kota itu, dan Shalahuddin membebaskannya dari tentara Salib pada bulan yang sama. Pelajaran dari kisah di atas adalah meskipun Umat Islam saat ini hidup dalam krisis dan pertikaian internal dan eksternal, di tengah- tengah penderitaan yang meliputi bangsa dari semua sisi, kita melihat harapan memancar dari sudut rasa sakit, untuk memberikan semangat baru dan optimisme, yang dapat menemukan jalan keluar dari apa yang melanda umat Islam. Sesungguhnya jalan keluar itu terbentuk dari keimanan, sikap jujur kepada Allah, dan sikap menghadapi musuh Allah. Momentum bulan Rajab adalah momentum kemenangan.

Kemenangan itu dimulai dengan keimanan yang kuat kepada Allah, lalu persatuan antara umat Islam yang tidak dapat dipecah dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Setelah keimanan dan persatuan dapat berpadu, maka tidak ada satupun kekuatan yang dapat mengalahkannya. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kemenangan dan dapat melaksanakan shalat di Masjid Al-Aqsha dalam kondisi sudah merdeka.


Ustadz Salman Al Farisy, Lc,MA

Selasa, 20 Mei 2014

Oase Dakwah "Tips Menghindari Perceraian"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Edisi Rumah Tangga
Selasa,  20 Mei 2014

“Hindari Perceraian, Para Istri
Harus Hindari 7 Sifat”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Maukah kamu keberitahu suatu harta simpanan (perhiasan) yang sangat baik? Yaitu wanita shalihah, yang apabila kamu melihatnya, ia menyenangkan. Apabila kamu perintah, dia patuh. Dan apabila ditinggal pergi, dia selalu menjaga diri dan harta suaminya.” (Riwayat Abu Dawud)

Kalau dilihat dia menyenangkan, hal itu disebabkan budi luhur, pakaian bersih, dandanan yang serasi di hadapan suaminya, dan berusaha semaksimal mungkin untuk tampil menarik hanya di depan suami dan anak-anaknya.

Senin, 12 Mei 2014

Oase Dakwah "20 Sen"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..

Senin, 12 Mei 2014

''20 Sen ''

TERSEBUTLAH kisah, seorang Imam yang dipanggil ke suatu tempat untuk menjadi Imam di sebuah masjid. Ia pun hendak berangkat ke tempat itu, telah menjadi kebiasaan, Imam tersebut selalu menaiki bus untuk pergi ke masjid.

Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tiket dan duduk di dalam bus, dia tersadar saat kondektur bus tersebut memberikan uang kembaliannya. Namun ternyata uang itu lebih dari yang harus ia bawa, sebanyak 20 sen. Sepanjang perjalanan Imam tersebut memikirkan tentang uang 20 sen tersebut.

Selasa, 06 Mei 2014

Oase Dakwah "5 Tipe Wanita Menurut Al-Qur`an"



'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..
Edisi:
Selasa, 6 Mei 2014

5 Tipe Wanita Menurut Al-Qur’an. Yang Mana Tipe Anda?

Tipe Wanita - Saat memasuki sebuah showroom, butik, atau toko yang menjual pakaian wanita , kita akan mendapatkan pakaian dengan berbagai bentuk, corak, dan ragamnya. Mau pilih yang mana? Semuanya terserah kita. Sebab kita sendiri yang akan memakainya. Kita pula yang akan menerima konsekuensi dari memakai pakaian tersebut.
Pakaian dapat kita analogikan dengan kepribadian. Seperti halnya pakaian, kepribadian wanita pun memiliki beragam jenis dan corak. Kita diberi kebebasan untuk memilih tipe mana saja yang paling disukainya. Namun ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul.. Karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, Al-Qur’an memberi tuntunan kepada orang orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam memilih kepribadian. Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an, yakni:
Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun. Allah SWT mengabadikan do’anya, “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahriim: 11).
Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam:20).
Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin.
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.
Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23).
Kelima,  tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim: 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.
Difirmankan, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS. At-Tahriim: 10).
Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan pengkhianat.
Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur: 34). Wallaahu a’lam.


Rabu, 30 April 2014

Oase Dakwah "Tukang Sol Sepatu, Ali Al-Muaffa"


"Oase Dakwah"
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Rabu,  30 April 2014

"Tukang Sol Sepatu Ali Al- Muaffa"

Pada suatu musim haji, adalah seorang alim, ahli badah, dan zuhud berasal dari Madinah Al Munawwarah hendak menunaikan ibadah haji bernama Abdullah Al Mubarakah.  Untuk menunaikan niatnya beliau harus berjalan kaki selain unta yang menjadi alat tranportasi pada masa itu.

Setelah selesai ibadah haji, Abdullah meninggalkan Mekkah untuk kembali ke kampung halamannya. Karena merasa letih selama mengerjakan ibadah haji dengan berjalan kaki, disandarkan tubuhnya disebuah pohon kurma rindang sejenak.

Sabtu, 26 April 2014

Oase Dakwah "Berhenti Sejenak, Mengasah Diri"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..
Edisi :
Sabtu, 26 April 2014
"Berhenti Sejenak, Mengasah Diri"

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran pekerjaan seorang untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini.

Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.
Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Dari cerita motivasi kerja diatas, kiranya Anda semua dapat menyimpulkan bagaimana cara kerja yang baik, tanpa harus selalu menguras tenaga terus menerus, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Semoga sedikit cerita motivasi kerja ini dapat menginspirasi kita semua. Amien

Kamis, 24 April 2014

Oase Dakwah "Siapa Laki-Laki Itu"


'Oase Dakwah'
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Jum'at, 25 April 2014

"Siapa Laki Laki Itu"

Apa kabarmu disana nak?
Dikota yang berjarak dua jam perjalanan dari sini, apa kau masih mengingat orang tua renta ini? Yang setiap saat tak henti mendoakan segala yang terbaik untukmu.

Ah.. ayah ingat ketika siang itu, sebelum berangkat kekota, dengan wajah malu-malu kau bercerita tentang niat seorang laki-laki untuk meminangmu. Kau tahu nak_ sudah lama ayah bersiap untuk menanti kabar ini, kabar tentangseorang yang akan membawamu pergi jauh dari ayah.

Kabar tentang laki-laki yang meminta pengalihan tanggung jawab dari ayah. sungguh sudah lama ayah mempersiapkan diri. Tapi tetap saja siang itu ayah terkejut, meski mungkin tidak begitu terlihat diwajah ayah.

Selasa, 22 April 2014

Oase Dakwah "Kisah Seorang Pengemis"



"Oase Dakwah"
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa..

Selasa , 22 April 2014

"Kisah Seorang Pengemis"

Alkisah, tersebutlah sepasang suami istri yang tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan. Mereka hidup dengan berkecukupan. Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk oleh seorang pengemis. Sang istri ingin memberinya makanan, akan tetapi suaminya kemudian menghardik dan mengusir pengemis itu. Tidak berapa lama kemudian, usaha si suami mengalami kebangkrutan. Kekayaannya sirna. Selain itu, Karena perangainya yang buruk, ia juga bercerai dengan istrinya. Sang wanita kemudian menikah lagi dengan seorang pria yang baik perangainya lagi hidup berkecukupan.

Suatu ketika, wanita itu tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan bersama suami barunya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seorang pengemis. “Tolong berikan makanan kita kepadanya,” pinta si pria kepada istrinya. Wanita itu mematuhi kata suaminya. Ketika kembali, wanita itu menangis tersedu-sedu. “Apa yang membuatmu menangis?” tanya suaminya.
“Pengemis tadi ternyata adalah suamiku. Dahulu, kami juga pernah didatangi oleh pengemis  ketika tengah menikmati hidangan, lalu ia menghardik dan mengusir pengemis itu. Sekarang, ternyata ia justru menjadi pengemis.”
Suaminya berkata lembut, “Tahukah engkau, pengemis yang dulu diusirnya itu adalah aku.”
…
Sumber kisah: al-Mustathraf fi Kull[i] Fann
Mustazhraf , vol. I, hlm. 27.
*******
Allah `Azza wa Jalla berfirman:

ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﺗُﺆْﺗِﻲ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣَﻦ ﺗَﺸَﺎﺀ ﻭَﺗَﻨﺰِﻉُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣِﻤَّﻦ ﺗَﺸَﺎﺀ ﻭَﺗُﻌِﺰُّ ﻣَﻦ ﺗَﺸَﺎﺀ ﻭَﺗُﺬِﻝُّ ﻣَﻦ ﺗَﺸَﺎﺀ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ، ﺗُﻮﻟِﺞُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺗُﻮﻟِﺞُ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟَﻤَﻴَّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻲِّ ﻭَﺗَﺮْﺯُﻕُ ﻣَﻦ ﺗَﺸَﺎﺀ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏٍ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yanghidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”
 [QS Āli `Imrān/3: 26-27.]


Semoga kisah bermanfaat bagi kita semua. (^_^)